Total Tayangan Halaman

Jumat, 27 Januari 2012

~ ★☆★Sepucuk Surat Buat Ikhwan★☆★~


 Bismillahirrohmanirrohim

 ♥♥.•*´¨`*•.(`'•. (`'•.¸*
¤*¸.•'´)¸.•'´) .•*´¨`*•.♥♥

Untuk Akhifillah
Dimanapun kau berada

Kutulis surat ini semata-mata atas dasar cinta karena
Allah Subhana wa Ta'ala…

Mohon maaf atas
kelancanganku telah berani menuliskan ini untukmu.
Namun aku ingin kau mengetahui,
bahwa ada beberapa dari sifatmu yang tidak kami (para akhwat) sukai. Berbesar hatilah untuk mengetahuinya.

Kami ingin kau terlihat baik di mata kami dan tentunya di mata Allah Subhana wa Ta'ala juga.

♥♥`*•.¸¸.•*(¸.•'´(¸.•'´*¤*`'•.¸)`'•.¸)`*•.¸¸.•*♥♥♥
Akhi fillah…
Setiap kaum wanita merindukan seorang ikhwan yang mempunyai visi hidup yang jelas.
Bahwa hidup ini diciptakan bukan semata untuk hidup. Melainkan ada tujuan mulia.
Jangan kau sia−siakan waktu hidupmu dengan tujuan yang tidak jelas, tidak ada pegangan
dan berlalu begitu saja dengan percuma.
Ingatlah,
bahwa laki−laki adalah pemimpin bagi kaum perempuan. Berprinsiplah!
Komitmenmu pada islam teguhkanlah. Bukankah kau telah mengkajinya tentang ini dalam majelis−majelis kajian Al−Qur’an yang biasa kau ikuti setiap bulannya.
Di mana
pengamalannya selama ini??.

Akhi fillah…
Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok.
Oleh karenanya berlaku lembutlah terhadap perempuan.
Ingatkah
engkau, dalam sebuah hadits, rasulullah Shalallahu alaihi wassallam memberitahukan bahwa sebaik−baik manusia adalah yang berlaku lembut terhadap wanita.
Ini menunjukkan bahwa sifat wanita tidak sama
dengan sifat laki-laki,
wanita mempunyai sifat ingin selalu dilindungi.
Bukan diperlakukan secara kasar.
Sudahkah selama ini kau berlaku lembut terhadap perempuan???
Apakah kau pernah menyakiti hati seorang perempuan..???

Akhi fillah…
Hal selanjutnya yang tidak para akhwat sukai adalah kesombonganmu.
Sombong adalah sifat syetan yg dilaknat. Tidak ada seorang mahlukpun yang berhak sombong, karena
kesombongan hanyalah hak priogatif Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Perempuan adalah mahluk yang lembut.
Kesombongan sangat bertentangan dengan kelembutan yang dimiliki perempuan. Jangan kira kekuasaanmu sebagai
seorang laki−laki membuat
dirimu menjadi sombong.
Dengan sifat mengaturmu yang berlebihan, dan sifat tidak ingin di kalahkan oleh perempuan dalam hal apapun.
Kami tau, bahwa ada batasan hak−hak antara perempuan dan laki−laki yang telah Allah tetapkan.
Kami tidak menuntut emansipasi, tapi sadarlah wahai akhi, bahwa kau sering kali berlaku sombong di mata kami.

Akhi fillah…
Setiap akhwat sangat mendambakan seorang ikhwan yang mempunyai
pendirian. Bukan ikhwan yang plinplan. Tetapi bukan diktator.
Tegas dalam arti punya sikap dan alasan yang jelas dalam mengambil keputusan.
Tetapi di saat yang sama dapat bermusyawarah, lalu menentukan tindakan yang harus dilakukan dengan penuh keyakinan.
Inilah salah satu makna qawwam dalam firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
arrijaalu qawwamuun alan
nisaa’ (An-Nisa’:34).

Akhi fillah…
Kau adalah penopang kami. Dikala kami
membutuhkan penguat dalam situasi kekufuran
yang sedang menerjang ini tak pantas bila kau malah ikut gentar atau juga lemah.
Akhwat ingin ikhwan yang tegar, bukan ikhwan yang cengeng dan abal-abal.
Dalam hal ini bukan cengeng menangis ketika mendengar ayat−ayat Allah dilantunkan. Itu adalah kelembutan hati. Tetapi cengeng yang gentar menghadapi tantangan yang ada di depan.
Bagaimana kau akan memimpin kami bila kau sendiri bersifat lemah???.
Ikhwan yang cengeng cendrung nampak serba tidak meyakinkan.

Akhi fillah…
Kututup surat ini sampai di sini.
mohon maaf jika ada yang tidak berkenan dihati, wahai akhi fillah
Semoga kau bisa mengambil maksud dari kami menuliskan ini
untukmu.
Salam sejahtera untukmu selalu. Semoga
Allah Subhana wa ta'ala selalu memberi cahaya ilmu−Nya kepada
kita semua. Dan semoga
Allah selalu menerangi kita
dalam rahman dan rahim
−Nya.
Aamiin ya Robbal'alamiin.

Sumber: Ukhtymu fillah : Page Mencintai Mu Karena Allah



Bidadari Dunia Mencari Cinta Sejati-Nya - ♥ "Engkaulah Suami yang Aku Impikan"..


Ketika engkau mencintaiku, engkau menghormatiku. Dan ketika engkau membenciku, engkau tidak mendzalimiku. (Dr. Ramdhan Hafidz)
  (¸.•(¸.•´♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥
Aku masih ingat saat malam pertama kita, saat itu engkau mengajakku shalat Isya’ berjamaah. Setelah berdoa engkau kecup keningku lalu berkata: “Dinda, aku ingin engkau menjadi pendampingku Dunia-Akhirat”. Mendengar ucapan itu, akupun menangis terharu. Malam itu engkau menjadi sosok seperti sayyidina Ali yang bersujud semalam suntuk karena bersyukur mendapatkan sosok istri seperti Siti Fatimah. Apakah begitu berharganya aku bagimu sehingga engkau mensyukuri kebersamaan kita? Malam itu, aku tidak bisa mengungkapkan rasa syukurku ini dengan ucapan. Aku hanya bisa mengikutimu, bersujud di atas hamparan sajadah. Tanpa bisa aku bendung, air mata ini tiada hentinya mengalir karena mensyukuri anugerah Allah yang diberikan padaku dalam bentuk dirimu. Akupun berikrar, aku ingin menjadi sosok seperti Siti Fatimah, dan aku akan berusaha menjadi istri sebagaimana yang engkau impikan.
  (¸.•(¸.•´♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥
Dan ternyata sujud itu bukan hanya di saat malam pertama, setiap kali aku terbangun pada akhir sepertiga malam, ku lihat engkau sedang bersujud dengan penuh kekhusu’an. Aku kadang iri dengan keshalihanmu, engkau terlena dalam sujudmu sedang aku berbaring di atas kasur yang empuk dengan sejuta mimpi. Kenapa engkau tidak membangunkan aku? Padahal aku ingin bermakmum padamu agar kelak aku tetap menjadi istrimu di surga. Aku hanya merasakan kecupan hangat melengkapi tidur malamku saat engkau terbangun untuk melakukan shalat malam. Apakah kecupan itu sebagai isyarat agar aku terbangun dari tidurku dan melaksanakan shalat berjamaah bersamamu? Atau karena engkau tidak tega membangunkan aku saat engkau melihat begitu pulasnya aku dalam tidurku? Aku yakin, dengan ketaatanmu pada agama, engkau akan membahagiakanku dunia-akhirat. Tidakkah agama kita mengajarkan bagaimana suami harus menyayangi istri, membuatnya bahagia, melindungi dan membuatnya tersenyum. Dan sebaliknya, istri harus berbakti, melayani dan membuat suaminya terpesona padanya.
  (¸.•(¸.•´♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥
Aku tidak peduli siapakah engkau, miskin dan kaya tidak ada bedanya bagiku. Aku hanya tertarik pada sosokmu yang bersahaja dan sederhana. Raut wajahmu yang penuh dengan keikhlasan membuatku ingin selalu menatapnya. Lembutnya sifatmu membuatku yakin bahwa engkau adalah suami yang bisa menerima segala pemberian Tuhan dan akan menyayangiku apa adanya. Aku tidak peduli dengan rumah mungil dan sederhana yang engkau persembahkan untuk kita tempati bersama. Rumah yang hanya terdiri dari ruang tamu, kamar kita, dan satu ruangan yang berisi buku-buku terutama buku agama. Namun dari rumah yang mungil ini, aku melihat taman surgawi menjelma di sini. Aku yakin engkau adalah sosok suami yang tekun belajar dan memahami agama, dan dengan bekal ini aku yakin engkau bisa membimbingku untuk meraih surga ilahi. Sebagaimana agama kita telah mengisyaratkan bahwa, barang siapa berjalan dijalan ilmu, maka Allah akan mempermudah jalan menuju ke surga.
  (¸.•(¸.•´♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥
Saat kulihat engkau begitu berbakti kepada kedua orang tuamu dan senang menjalin silaturahim, aku yakin engkau akan berlaku baik pada anak-istrimu. Aku lihat engkau jarang sekali berbicara, tapi masya Allah kalau sedang bekerja, engkau menjadi sosok yang tekun dan ulet. Dan dari cara tutur katamu, aku mendengar kata-kata mutiara yang penuh hikmah, sehingga yang tergambar dalam pikiranku adalah sosok Lukmanul Hakim, sosok suami dan ayah yang selalu mendidik keluarganya, mengajarkan anaknya untuk tidak menyekutukan Allah.
  (¸.•(¸.•´♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥ .:|:. ♥
Sungguh aku bangga mempunyai suami sepertimu melebihi kebanggaanmu padaku. Aku lebih membutuhkanmu jauh melebihi kebutuhanmu padaku. 
Terima kasih suamiku, karena engkau telah membimbingku…
(¯`v´¯) ♥ Aamiin ya Robbal 'alamiin ♥ (¯`v´¯)

Akhi.. Ku tunggu pinanganmu..


 

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Akhi..
Jangan engkau puja puji kami bila pujianmu hanyalah janji-janji yang tak menentu. Hanya membuatku terlena dan terbuai hingga kami lupa bahwa kita sedang bermaksiat. Kau puji diriku,tapi kau hanya ingin membuatku tersenyum dan makin terbuai rayuanmu. Tidak.. tidak akhi,kami ingin kau puji setelah kau halal bagiku. Maka datangilah waliku akhi..ku tunggu pinanganmu..

Akhi..
Tak akan kami langgar iffah ku dengan ajakan khalwat dari mu.
Engkaupun sebenarnya tau,hal itu hanya akan menimbulkan badai kelabu yang membuat kita tak berdaya karna pihak ketiga yang tak lain syetan yang ada di dekat kita. Maka datangilah waliku akhi..ku tunggu pinanganmu..

Akhi..
Jagalah sikapmu pada kami,maka akan kami jaga sikapku padamu,kami lemah akan sanjunganmu. Kecintaan ini ingin kami persembahkan kelak untuk suami,cinta nan kasih ini yang akan kami tuai untuk mencari ke ridhoan suami kelak. Jadi bagaimana mungkin kami mencinta pada hal yang tidak halal bagi kami, tentu Allah tak akan pernah ridho pada kami. Maka datangilah waliku akhi..ku tunggu pinanganmu..

Akhi..
Jilbabku untuk melindungi kehormatan kami,santun kami untuk menjaga iffah. Jangan kau lenakan kami agar kami lepas kehormatan di hadapanmu sebelum engkau halal bagi kami. kami ingin engkau ikut menjaga kehormatan kami dengan menjaga kami,bukan malah membawa pada kenistaan. Agar kau mampu menjaga kami secara utuh,Maka datangilah waliku akhi..ku tunggu pinanganmu..

Akhi..
kami memang tak sesempurna Aisyah dalam kecerdasan nya ataupun Fatimah dengan kelembutannya. Tapi kami akan berusaha cerdas layaknya Aisyah dalam naunganmu dan kami akan berusaha selembut Fatimah dalam menenangkanmu.Maka datangilah waliku akhi..ku tunggu pinanganmu..

Akhi..
Kau memang tak sehebat Ali ataupun sekuat Umar,tapi kau akan menjadi hebat layaknya Ali ketika kau menjaga kami dalam kelemahan kami dan kau akan sekuat Umar agar kami tidak selalu menjadi tulang yang bengkok. Kami butuh imam yang bisa menjaga ke imanan,bukan yang mebawa kami pada jurang maksiat. Maka datangilah waliku akhi..ku tunggu pinanganmu..

Sungguh,kami memang tidak mampu menahan kala kami jatuh hati,tapi kami tak akan mengobral pesona kami hanya karna cinta yang menuntut nafsu pada keramahan syetan pada kami. Bukanlah jatuh cinta bila kau ajak kami pada kemaksiatan. Bila kau memang jatuh cinta pada kami,jangan kau bebankan deritamu pada hati yang akan memuntutmu untuk berbuat nista. Ijinkan kami menjaga hatimu,agar kita bisa menjelang bersama Jannah Nya.Maka datangilah waliku akhi..ku tunggu pinanganmu..

“Wahai jika engkau memiliki cinta
Dan telah terdorong dengan kerinduan
Maka anggaplah jarak perjalanan itu dekat
Karna kecintaan dan kerelaanmu pada penyeru
Ketika mereka menyeru..!!

Maka katakanlah,kami penuhi panggilanmu.
Seribu kali dengan sempurna
Janganlah kau berpaling
Hanya karna melihat gerimis
Jika engkau melihatnya “( Fii Zilalil Mahabbah )”

 

Sumber: RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF pada 13 April 2011 jam 23:32