Total Tayangan Laman

Jumat, 23 September 2011

Kedahsyatan Asmaul Husna

By: Yanti Kamiarsih

Sebagai seorang muslim, tentunya banyak dari kita yang tidak asing lagi mendengar kata asmaul husna (nama-nama indah) khususnya bagi teman-teman kita yang masih tinggal di ma’had sunan ampel Al ‘Ali, karena setiap menjelang shalat maghrib berjama’ah, musyirif/musyirifah selalu dengan fashih melantunkan 99 asmaul husna di masjid At Tarbiyah maupun di masjid ulul albab UIN maliki Malang.
Allah swt sebagai sang khaliq yang telah menciptakan alam semesta beserta isinya ini mempunyai banyak nama, yaitu seperti yang disebut sebelumnya ada 99 asmaul husna yang ternyata semuanya mempunyai banyak kelebihan. Dan apabila salah seorang menyebut asma tersebut maka akan ada pengaruh serta manfaat luar biasa, meskipun dalam melafalkan tidak sempurna atau hanya mengambil salah satu dari 99 asmaul husna tersebut . Sabda Rasulullah saw: “sesungguhnya Allah mempunyai Sembilan puluh Sembilan nama, yaitu seratus kecuali satu; barang siapa yang melafalkannya dia akan masuk surga. Sesungguhnya Dia (Allah) itu witir (tidak lengkap), Dia menyukai akan witir itu” (HR. baihaqi). Dari hadis tersebut bisa ditarik kesimpulan bahwa kita dianjurkan untuk sering melafalkan asmaul husna dengan tidak sekedar melafalkan, akan tetapi hendaknya juga menghayati setiap makna yang terkandung dalam 99 asmaul husna tersebut.
Sebagai contohnya saja, kita yang notabene masih berstatus sebagai mahasiswa tentu masih enerjik dan berminat keras untuk berkompetisi dalam bidang akademik maupun non akademik ketika di kampus. Maka ketika keinginan kita itu semakin memuncak, usaha sekeras apapun akan dilakukan untuk mendapatkannya. Disamping ikhtiyar, hal lain yang patut kita sediakan porsi yang sama besar disela-sela ikhtiyar itu adalah berdo’a, karena kita sebagai seorang manusia biasa mempunyai keterbatasan yang terkadang membuat kita kecewa karena apa yang telah kita rencanakan tidak sesuai dengan harapan. Disini, kita bisa menggunakan asmaul husna untuk berdo’a disesuaikan dengan kebutuhan. Misalkan kita menginginkan otak yang cerdas, maka jika mempunyai hajat demikian hendaknya sering membaca asma Allah kedua belas yaitu Al khaliq yang artinya “Dia-lah yang menciptakan segalanya. Dia-lah yang Maha Pencipta yang menciptakan segala sesuatu tanpa bantuan dan pertolongan”. Bagi siapa yang menginginkan dirinya cerdas dan tanggap, maka membaca Al Khaliq Insya’ Allah akan menjadikannya cerdas dan tanggap. Atau bisa juga melafalkan asma Al Majid yang artinya “Dia-lah dzat yang bersifat agung dan tinggi”. Agar berotak cerdas dan hati terbuka sehingga mudah menerima pelajaran, maka dianjurkan para pelajar, santri,  atau siapa saja yang masih dalam menuntut ilmu agar memperbanyak dzikir ini setiap hari, Insya’Allah hati akan dibuka oleh Allah swt. Masih banyak lagi manfaat luar biasa yang bisa dirasakan pada setiap asmaul husna ini. (y_k_Pund@)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar